Minggu, 28 November 2010

lomba karya ilmiah

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang
Sesuai dengan misi dari Universitas Negeri Medan yaitu point c “Mengembangkan Budaya Wirausaha”, mahasiswa dituntut untuk menjadi mahasiswa yang unggul dan berkarakter yang salah satu indikatornya adalah dengan memiliki jiwa wirausaha dan mampu mengembangkannya menjadi nyata.
Persaingan yang tinggi untuk mendapatkan sebuah kegiatan penghasil uang mengakibatkan tingkat pengangguran semakin tinggi. Pengangguran sarjana atau lulusan universitas ternyata tertinggi di Tanah Air dibandingkan dengan lulusan lain.Badan Pusat Statistik merilis, per Februari 2010, angka pengangguran terbuka mencapai 8,59 juta orang. Sebanyak 1,22 juta orang atau 14,24 persen di antaranya adalah sarjana. Kepala BPS Rusman Heriawan mengatakan, jumlah pengangguran sarjana meningkat dibandingkan dengan posisi tahun-tahun sebelumnya. Data BPS memperlihatkan, pada Februari dan Agustus 2009, pengangguran sarjana masing-masing hanya 12,94 persen dan 13,08 persen.
Mengambil pelajaran dari kampus lain yaitu kampus Universitas Gajah Madja atau yang biasa disingkat UGM, kampus yang terletak di Yogyakarta ini memiliki UKM KOPMA yaitu organisasi internal kampus yang langsung berada di bawah pengawasan Direktur Kemahasiswaan. Sesuai dengan namanya UKM KOPMA yaitu koperasi mahasiswa, UKM ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan kesejahteraan mahasiswa melalui unit usaha yang dikelola oleh mahasiswa. UKM yang resmi pada tanggal 20 Maret 1982 ini didirikan bukan hanya demi kebutuhan mahasiswa tapi juga bertujuan untuk melahirkan manusia berpendidikan yang memiliki jiwa wirausaha yang tinggi ini terbukti dengan terpilihnya mahasiswa UGM dalam pemilihan wirausahawan muda dalam program wirausaha mandiri yang diselenggarakan oleh Bank Mandiri ini dalam kategori boga dan kreatif di tahun kabisat ini.
Bagaimana dengan nasib civitas akademis di universitas yang berlambangkan matahari dan kelopak bunga di tengah bunga teratai segi lima ini yang belum memiliki wadah yang maksimal untuk berkarya dalam hal usaha? Apakah semua memiliki kesempatan untuk mendapatkan panggilan guru dengan jumlah sarjana pendidikan yang bertambah setiap tahun? Apakah kita harus malu karena universitas tercinta kita tidak memiliki kekreatifan mahasiswa dalam bidang souvenir dan ciri khas yang bisa diandalkan seperti UGM? Banyak hal yang bisa kita dilakukan untuk tidak mematikan jiwa muda berwirausaha. Untuk itu penulis mengangkat tema “Menumbuh dan mengembangkan jiwa wirausaha bagi intelektual muda” dengan judul “Menggali Potensi Jiwa Wirausaha Mahasiswa di Universitas Negeri Medan”

I.2 Identifikasi Masalah
Adapun masalah yang dibahas sesuai dengan latar belakang di atas adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana perkembangan kewirausahaan mahasiswa Unimed?
2. Bagaimana menumbuhkan minat berwirausaha bagi mahasiswa di Unimed?
3. Bagaimana mengembangkan jiwa wirausaha bagi mahasiswa di Unimed?

I.3 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah yang di atas maka tujuan dari pembuatan karya ilmiah ini adalah sebagai berikut:
1. Mengindentifikasi perkembangan kewirausahaan mahasiswa di Unimed.
2. Memberi solusi untuk menumbuhkan wirausaha mahasiswa di Unimed.
3. Memberi solusi untuk mengembangkan wirausaha mahasiswa di Unimed.

I.4 Manfaat Penulisan
Adapun manfaat yang bisa diperoleh dari karya ilmiah ini adalah:
1. Meningkatkan pengetahuan dan wawasan kewirausahaan bagi mahasiswa.
2. Menumbuhkan dan mengembangkan jiwa berwirausaha bagi mahasiswa Unimed.
3. Menjalankan misi Unimed “Mengembangkan Budaya Wirausaha”.

I.5 Pendekatan Penulisan
Dalam pengerjaan dan menuliskan gagasan ini penulis melakukan pendekatan kepustakaan dan wawancara yang dilakukan oleh beberapa pihak

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

II.1 Pengertian Wirausaha
Kewirausahaan pertama kali muncul pada abad 18 diawali dengan penemuan-penemuan baru seperti mesin uap, mesin pemintal, dll. Tujuan utama mereka adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi melalui inovasi dan kreativitas. Keuntungan dan kekayaan bukan tujuan utama. Secara sederhana arti wirausahawan (entrepreneur) adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan Berjiwa berani mengambil resiko artinya bermental mandiri dan berani memulai usaha, tanpa diliputi rasa takut atau cemas sekalipun dalam kondisi tidak pasti. (Kasmir, 2007 : 18).
Beberapa definisi tentang kewirausahaan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:
• Richard Cantillon (1775)
Kewirausahaan didefinisikan sebagai bekerja sendiri (self-employment). Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi resiko atau ketidakpastian
• Jean Baptista Say (1816)
Seorang wirausahawan adalah agen yang menyatukan berbagai alat-alat produksi dan menemukan nilai dari produksinya.
• Frank Knight (1921)
Wirausahawan mencoba untuk memprediksi dan menyikapi perubahan pasar. Definisi ini menekankan pada peranan wirausahawan dalam menghadapi ketidakpastian pada dinamika pasar. Seorang worausahawan disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerial mendasar seperti pengarahan dan pengawasan
• Joseph Schumpeter (1934)
Wirausahawan adalah seorang inovator yang mengimplementasikan perubahan-perubahan di dalam pasar melalui kombinasi-kombinasi baru. Kombinasi baru tersebut bisa dalam bentuk (1) memperkenalkan produk baru atau dengan kualitas baru, (2) memperkenalkan metoda produksi baru, (3) membuka pasar yang baru (new market), (4) Memperoleh sumber pasokan baru dari bahan atau komponen baru, atau (5) menjalankan organisasi baru pada suatu industri. Schumpeter mengkaitkan wirausaha dengan konsep inovasi yang diterapkan dalam konteks bisnis serta mengkaitkannya dengan kombinasi sumber daya.
• Penrose (1963)
Kegiatan kewirausahaan mencakup indentifikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi. Kapasitas atau kemampuan manajerial berbeda dengan kapasitas kewirausahaan.
• Harvey Leibenstein (1968, 1979)
Kewirausahaan mencakup kegiatan-kegiatann yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya.
• Israel Kirzner (1979)
Wirausahawan mengenali dan bertindak terhadap peluang pasar.
• Entrepreneurship Center at Miami University of Ohio
Kewirausahaan sebagai proses mengidentifikasi, mengembangkaan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasila akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi resiko atau ketidakpastian.
Salah satu kesimpulan yang bisa ditarik dari berbagai pengertian tersebut adalah bahwa kewirausahaan dipandang sebagai fungsi yang mencakup eksploitasi peluang-peluang yang muncul di pasar. Eksploitasi tersebut sebagian besar berhubungan dengan pengarahan dan atau kombinasi input yang produktif. Seorang wirausahawan selalu diharuskan menghadapi resiko atau peluang yang muncul, serta sering dikaitkan dengan tindakan yang kreatif dan innovatif.
Wirausahawan adalah orang yang merubah nilai sumber daya, tenaga kerja, bahan dan faktor produksi lainnya menjadi lebih besar daripada sebelumnya dan juga orang yang melakukan perubahan, inovasi dan cara-cara baru.
Kesimpulan lain dari kewirausahaan adalah proses penciptaan sesuatu yang berbeda nilainya dengan menggunakan usaha dan waktu yang diperlukan, memikul resiko finansial, psikologi dan sosial yang menyertainya, serta menerima balas jasa moneter dan kepuasan pribadi.
II.2 Pengertian Wirausaha Mahasiswa
Wirausaha mahasiswa adalah wirausaha yang pelaku utamanya adalah masih berstatus mahasiswa yang dilakukan disela-sela kuliahnya dengan pemanfaatan waktu yang sebaik mungkin untuk bisa mengaturnya.
Wirausaha mahasiswa adalah cara pintar mencuri strat sebelum menghadap dunia bisnis dan dunia kerja yang sebenarnya.






BAB III
PEMBAHASAN
III.1 Perkembangan Kewirausahaan Mahasiswa di Unimed
Tidak dapat di pungkiri resiko menghilangkan dahaga ilmu di Universitas Negeri Medan harus berorientasi menjadi pendidik karena universitas yang dibangun dengan latar belakang kekurangan tenaga pengajar di Sumatera Utara ini memang didirikan dengan tujuan untuk mencetak pahlawan-pahlawan tanpa tanda jasa. Seiring berjalan waktu universitas yang awal mula berdirinya merupakan FKIP USU ini berkembang dan melebarkan sayap ke jalur nonkependidikan. Namun aura menjadi pencerdas anak bangsa tetap melekat dan menjadi ciri khas mahasiswa di universitas yang resmi berdiri pada tahun 1957 ini meskipun merintis ilmu di jalur nonkeguruan. Seperti yang dialami oleh Nadia Yantieka, alumni Unimed 2010, mahasisiwi matematika nondik ini memilih mejadi guru setelah menyelesaikan kontraknya di kampus hijau ini. “Jurusan nonkependidikan bukan alasan untuk menyumbangkan ilmu, walau tidak mendapat ilmu mengajar di kelas tapi bisa berdiskusi dengan anak kependidikan”, alasan menjadi tenaga pengajar oleh mahasiswi yang bercita-cita menjadi dosen ini.
Kependidikan juga menjadi salah satu alasan kurangnya minat mahasiswa terjun ke dunia wirausaha. “Kita di Unimed dididik untuk menjadi pengajar bukan dituntut menjadi pengusaha tidak perlu harus melakukan wirausaha sejak bangku kuliah”, penuturan dari Nurhayati mahasisiwi jurusan pendidikan Geografi. Mendengar kata yang dalam bahasa Inggris entrepreneur ini pasti langsung tergambar di benak kita produsen dan konsumen yang sedang melakukan transaksi jual beli barang. Padahal menurut Suyadi, mahasiswa wirausaha terbaik USU 2008, menjelaskan bahwa selama ini pemikiran kita terhadap wirausaha itu salah. Tindakan yang menurut Gartner (1988) sebagai penciptaan organisasi baru ini bukan hanya berjualan dan semua bidang ilmu juga dapat dijadikan sarana untuk penghasil uang bukan hanya ilmu ekonomi saja.
Kegiatan yang menurut Kirzner (1973) merupakan ekplorasi berbagai peluang ini sering dianggap dapat mengganggu kuliah, mitos ini sering berkembang di kalangan calon sarjana. Seperti yang dituturkan oleh Nursaima, mahasiswi jurusan pendidikan akuntansi 2009, jadwal kuliah yang padat dan tugas yang menumpuk menghasilkan rasa malas untuk membuang energi melakukan kegiatan lain selain belajar. Agar lebih fokus, jawaban hampir semua mahasiswa ketika dilontarkan pertanyaan yang sama. Menurut Aa Gym, semua orang diberi modal waktu yang sama, 24 jam setiap harinya 7 hari seminggu. Dengan waktu ini ada orang yang bisa melakukan 1000 aktivitas, 500 aktivitas, bahkan yang hanya 10 aktivitas. Hukum percepatan fisika, percepatan sama dengan kecepatan yang berbanding terbalik dengan satuan waktu. Artinya, jika kita mau melangkah lebih maju dari orang lain mulailah dengan melakukan percepatan, di mana setiap detik terus menerus dimanfaatkan sebagai usaha peningkatan sumber daya manusia.
Sementara itu jika kita melangkahkan kaki ke fakultas Ekonomi melihat pemandangan transkasi jual beli bukanlah hal yang asing lagi. Di lorong-lorong kelas akan mudah kita temukan mahasiswa menjual dagangannya. “Menambah pemasukan kas dan menambah pengalaman”, ujar Julia, mahasiswi jurusan pendidikan akuntansi 2008. “Namun karena tidak ada tempat khusus, lorong kelas menjadi alternatif untuk menjalankan usaha”, tambah mahasiswi yang berjualan atas nama organisasi ini. Intinya adalah wadah yang kurang memadai, tegas mahasiswi tersebut.
Program PMW yaitu program terbaru yang dikeluarkan dari universitas yang memiliki visi unggul dalam bidang pendidikan, industri, dan pariwisata ini mendapat respon yang beragam dari penghuni terbesar kampus. Ada yang antusias dan bersemangat mengikutinya, ada yang semangatnya hanya di mulut saja namun tidak di aplikasikan, ada yang bersemangat namun dengan alasan tidak memiliki bakat, dan yang lebih parahnya ada yang tidak tahu sama sekali dengan program ini. Tri Siswandi Syahputra, mahasiswa jurusan Fisika Nondik 2006, termasuk salah satu mahasiswa yang antusias dengan program ini. “Bakso Bakar Mas Tri”, merupakan PMW kelompoknya yang lulus dan didanai oleh DIKTI. Banyak manfaat yang bisa diambil dari program ini terutama untuk mahasiswa tingkat akhir mendapat modal untuk mendirikan usaha. Dengan adanya program ini diharapkan mengurangi pengangguran intelektual. Namun, dari sekian ribu orang mayoritas masyarakat penghuni kampus hanya 60 kelompok yang mengajukan proposal. Dengan 1 kelompok terdiri dari 5 orang berarti hanya 300 orang yang tergerak untuk berkompetensi, walau yang lulus hanya setengah yang mengaplikasikan proposal secara nyata. Tidak berbakat merupakan alasan terbesar dari mahasiswa yang tidak ikut bersaing.
III.2 Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Mahasiswa Unimed
Dari penjelasan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa minat merupakan faktor utama yang tidak dimiliki oleh mahasiswa dalam bidang menghasilkan uang ini. Padahal dari segi manfaat dengan melakukan aktivitas yang modal utamanya berani ini selain untuk pribadi mahasiswa juga untuk negeri ini yang membutuhkan pribadi-pribadi yang kompeten yang bisa menanggulangi kemiskinan di negeri berasas demokrasi ini. Seperti yang diungkapkan oleh Wagubsu, Ir.Gatot Pudjonugroho pada acara wisuda LP3I 4 Oktober bulan lalu, bahwa ke depan pemuda dan mahasiswa harus lebih banyak menciptakan berbagai bentuk peluang kewirausahaan, agar nantinya setelah tamat tidah hanya sekedar pencari kerja dan tersisih akibat persaingan tapi menciptakan lapangan pekerjaan.
Hal-hal yang bisa dilakukan untuk merangsang pertumbuhan jiwa wirausaha ini bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1. Menggalakkan Arti Pentingnya Wirausaha
Penyadaran arti penting wirausaha bisa dilakukan dengan melakukan seminar kewirausahaan dan pelatihan. Jika selama ini hanya dilakukan untuk Fakultas Ekonomi kini bisa dilakukan oleh universitas. Menjelaskan manfaat apa saja yang bisa diambil dari kegiatan mengambil rezeki ini seperti manfaat menambah uang saku, menambah pengalaman mahasiswa, melahirkan kemandirian mahasiwa, turut berpartisipasi membantu perekonomian bangsa, mengurangi pengangguran di tanah air dan manfaat lain yang bisa diambil kegiatan ini. Dengan mengetahui arti penting dari wirausaha ini diharapkan dapat menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan mahasiswa.


2. Menambah Mata Kuliah Kewirausahaan Untuk Fakultas di Luar Fakultas Ekonomi
Ini merupakan kebijakan dari pihak kampus. Seperti yang dilakukan oleh Universitas Padjajaran. Melihat pentingnya mengembangkan minat kewirausahaan di kalangan mahasiswa, Fakultas Sastra Unpad tahun 2010 membuka mata kuliah kewirausahaan yang nantinya ditujukan untuk memberikan pengalaman praktis kepada para mahasiswa dari para pelaku dunia usaha, baik skala besar, menengah, maupun kecil.“Berbeda dengan mata kuliah pada umumnya, pada mata kuliah kewirausahaan ini mahasiswa tidak akan diberikan ujian tertulis pada tengah semester maupun akhir semester. Namun sebagai penggantinya, mahasiswa akan dibagi menjadi beberapa kelompok untuk membuat proposal Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) bidang kewirausahaan dan merancang business plan,” ujar PD III Fakultas Sastra, Budi Rukhyana, Drs., M.A saat pembukaan mata kuliah kewirausahaan yang diselenggarakan di Pusat Studi Bahasa Jepang (PSBJ) Fakultas Sastra, Jl. Bandung-Sumedang KM 21, Selasa (3/03).
3. Menghilangkan Mitos yang Berkembang di Mahasiswa
Mitos yang selama ini berkembang seperti tidak berbakat, tidak memiliki waktu, dan bukan jurusan yang tepat harus di eleminasi dan di subsitusi dengan kata semangat,” Aku bisa karena aku mencoba”. Bakat yang dibawa sejak lahir tidak berarti apa-apa jika tidak diasah, orang sukses melakukan sesuatu bukan karena bakat tapi melakukan sesuatu hingga menjadi bakat. Waktu dapat digunakan jika dioptimalkan dengan baik, ingat hukum percepatan. Jalur pendidikan bukan menjadi masalah untuk meraup rupiah di bangku kuliah..
4. Belajar Dari Sosok Luar Biasa
Budaya ATM (amati, tiru, dan modifikasi) dapat diaplikasikan. Belajar dari orang sukses bukan berarti kita peniru sejati tapi mengambil pengalaman mereka untuk dijadikan pelajaran dan motivasi untuk terus berkarya. Beberapa sosok sukses wirausaha di bangku kuliah seperti:
• Setia Furqon Khalid
Alumni dari Universitas Pendidikan Indonesia 2009 ini meniti karir dari umur 18 tahun. Merintis usaha untuk membiayai uang kuliahnya sendiri dengan usaha dan kerja keras. Dan sekarang pemuda kelahiran 30 Maret 1988 berhasil menjadi pengusaha dengan usahanya Owner Rumah Karya Publising, warnet Setia Net, Bimbingan Belajar Setia Learning Center, seminar dan pelatihanSetia Tranning Center.
• Suyadi
Alumni dari USU 2004 ini menjadi mahasiswa yang mendapat penghargaan dari rektor USU karena usaha kerja kerasnya dalam bidang menghasilkan uang. Merintis usaha KSBM (Koperasi Syariah Berkah Mandiri) yang di dalamnya ada toko buku di Bursa kampus USU, les privat, rental mobil dan katering. Dengan wirausahanya pria yang terpilih finalis Wirausaha Muda Mandiri 2007 ini tidak menjadi penghalang untuk lulus cepat dan mendapat IP-K yang memuaskan bahkan pria kelahiran 2 Oktober 1984 ini juga aktif di sebuah organisasi.
• Riezka Ragmantiana
Siapa bilang bisnis harus dimulai dengan modal besar? Riezka Rahmantiana ini membuktikannya. Mahasiswi jurusan ilmu komunikasi Unpad ini memulai usaha dengan modal yang kecil yaitu sebesar Rp 150.000,00 dengan memulai usaha yaitu bisnis pulsa. Usaha yang dirintis dengan target pasar adalah rekan-rekannya sendiri ini lama-kelamaan terus maju dan membuatnya berani untuk membuka sebuah outlet pulsa elektronik, fisik dan kartu perdana yang diberi naman Ezka Cell. Omzet yang semakin hari semakin bertambah membuatnya berani mengambil resiko dengan mendirikan bendera usaha yang diberi nama CV Ezka Giga Pratama dan terpercaya menjadi master pulsa yang membawahi sejumlah agen dan outlet-outlet kecil.
5. Adanya Wadah Menjalankan Minat Wirausaha
Universitas yang terletak di pasar V Medan Estate ini seharusnya memberikan wadah untuk berkarya bagi mahasiswa wirausaha. hijau ini. Dengan adanya wadah ini diharapkan kekreatifan mahasiswa untuk memproduksi souvenir dan ciri khas dari Universitas Negeri Medan dapat tercipta. Dan juga sebagai tempat untuk membeli kebutuhan mahasiswa dengan harga yang lebih murah.
III.3 Mengembangkan Jiwa Wirausaha Mahasiswa Unimed
Memiliki jiwa tinggi dalam hal wirausaha bukan hanya untuk dijadikan penghuni di kepala namun juga harus dikembangkan dan diaplikasikan. Untuk mengembangkan apa yang tersimpan di otak ini dengan mencari informasi merupakan hal yang paling utama. Dengan adanya info-info yang berguna kita bisa belajar dan melihat peluang bisnis apa yang bisa diterapkan.
Usaha-usaha yang bisa dilakukan untuk menyalurkan ilmu dengan tanpa mengganggu aktivitas kuliah yaitu:
1. Melalui PMW
Program yang baru diterapkan di universitas yang memiliki motto “Lakukan sesuatu dengan ikhlas dan benar” ini dapat menjadi solusi bagi mahasiswa yang terhalang oleh uang sebagai modal usaha. Program yang diperuntukkan khusus untuk mahasiswa yang telah selesai minimal 80 SKS untuk strata satu ini dibutuhkan kekreatifan mahasiswa mencari peluang dan bisnis apa yang bisa cocok dikembangkan. Dan untuk berhasil didanai di program yang dibuat pemerintah dengan tujuan mengurangi pengangguran bertitel ini informasi merupakan kunci utama baik informasi peluang usaha, lingkungan tempat calon usaha dan informasi lain yang dibutuhkan dari program ini. Dan untuk hal ini kita bisa belajar mengambil pengalaman dari mahasiswa yang proposalnya disetujui.
2. Melalui Usaha dari Hobbi
Banyak hobbi yang bisa dimanfaatkan untuk dikembangkan untuk mengahsilkan uang. Salah satunya dengan hobbi menulis, Hans Anderson, penulis ternama dongeng anak-anak asal Denmark ini memulai usahanya sejak duduk di bangku kuliah. Dan hasilnya Frodreise Fra Holmes kanal Til Ostpynten af Amager menjadi karya luar biasa yang menghantarkannya menjadi kaya mendadak. Dan banyak hobbi lain yang bisa dikembangkan untuk menjadi usaha.
3. Mendirikan Bimbingan Belajar
Seiring dengan semakin banyaknya ortu yang sibuk bekerja yang tidak sempat mendidikan anaknya mempelajari pelajaran dari sekolah memerlukan jasa untuk memberikan les tambahan. Dan ini merupakan kesempatan emas untuk mendirikan bimbel. Bimbel ini bisa didirikan oleh beberapa orang untuk bekerja sama. Yang perlu diperhatikan dalam usaha ini adalah lokasi,dan penentuan tarif yang sesuai.
4. Mendirikan Rental Komputer
Usaha rental komputer merupakan jenis usaha yang cukup menjanjikan di sekitar kampus. Hampir setiap haritempat-tempat rental komputer di kawasan kampus selalu penuh terutama menjelang akhir semester. Dan ini merupakan peluang emas untuk dijadikan lahan penambah uang saku. Usaha ini cukup memerlukan modal yang cukup besar.
5. Mendirikan Taman Bacaan
Membuka taman bacaan merupakan usaha yang cukup menguntungkan. Bagi mahasiswa berkutata dengan diktat-diktat tebal menimbulkan kebosanan dan penat di kepala. Oleh sebab itu, buku-buku bacaan ringan banyak menjadi pilihan agar otaj fres kembali. Hal inimembuat bisnis taman bacaan cukup berkembang baik di lingkungan kos mahasiswa.
6. Bisnis Aksesoris dan Cindera Mata
Mahasiswa lebih cenderung memperhatikan penampilan dari fisiknya, untuk itu bisnis dapat menjadi peluang bisnis untuk mngehasilkan uang. Bisnis aksesoris dan cindera mata ini tidak dibutuhkan modal yang besar. Dengan modal Rp 200.000,00 kita dapat memiliki barang-barang yang siap dijual. Dengan modal per biji dari seribu rupiah bisa dijual kembali dengan harga dua ribu rupiah atau tiga ribu rupiah.
III.4 Strategi Bisnis Jalan dan Kuliah Aman
Melakukan bisnis bukan berarti kita melupakan kegiatan utama kita, menuntut ilmu. Ada beberapa tips agar usaha yang kita jalankan berjalan lancar danpenuh dengan kemajuan, yaitu:
• Atur Waktu Secara Bijak
Seimbangkanlah dengan membagi waktu. Fokus berarti mengerjakan sesuatu dengan baik dan profesional, setelah selesai lakukan dengan baik dan profesional juga aktivitas lainnya. Aturlah waktu belajar, organisasi, dan bekerja.
• Buat Skala Prioritas
Orang sukses lebih sering menggunakan prioritasyang penting dan mendesak, sehingga tugas atau target dapat tercapai lebih cepat dandengan waktu yang tidak terlalu mendesak. Buatlah kegiatan apa saja yang tergolong penting mendesak, penting dan kurang mendesak.
• Belajar lebih Tekun, bekerja Lebih baik
Tekadkanlah untuk belajar dan bekerja keras dan lebih cerdas. Sehingga suatu saat gasil yang didapatkan lebih besar daripada energi yang dikeluarkan.
• Jalin Relasi dan Tumbuhkan Kepercayaan
Dengan memiliki banyak relasi dapat mempermudah memajukan usaha. Kita bisa saling berbagi pengalaman dan dapat saling membantu dalam hal memajukan usaha yang dibangun.
• Usaha dan Doa
Manusia hanyalah perencana, namun Tuhanlah pemilik pena nasib kita. Doa tanpa usaha itu bohong, sedangkan usaha tanpa doa itu sombong. Keseimbangan doa dan usaha menuntun ke jalan kesuksesan.
BAB IV
PENUTUP
IV.1 KESIMPULAN
Dari pembahasan yang telah diuraikan diatas dapat di ambil kesimpulan sebagai berikut:
a) Wirausaha belum berkembang di kalangan mahasiswa Universitas Negeri Medan.
b) Faktor penyebab utama minimnya kewirausahaan pada mahasiswa adalah rendahnya minat dan tidak ada wadah untuk menyalurkan bakat di bidang wirausaha.
c) Kesadaran dari dalam diri mahasiswa merupakan faktor terpenting untuk menumbuhkan minat mahasiswa untuk berwirausaha.
d) Perhatian dan kebijakan-kebijakan dari pihak kampus diharapkan dapat memberikan solusi untuk mengatasi kurangnya kewirausahaan di Universitas Negeri Medan.
IV.2 SARAN
Dari kesimpulan di atas dapat diberikan saran sebagai berikut;
a) Mahasiswa harus menyadari arti penting dari wirausaha agar jiwa wirausaha itu dapat tumbuh dalam diri mahasiwa.
b) Mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan wirausaha dalam bentuk nyata sehingga dapat memberi manfaat baik untuk pribadi, universitas dan negara Indonesia.
c) Segenap komponen kampus hendaknya memberikan saran dan prasarana untuk mendukung kewirausahaan di Universitas Negeri Medan.



DAFTAR PUSTAKA

Budiarta, Kustoro.2009. Pengantar Bisnis.Jakarta: Mitra Wacana Media.
Kasali, Rhenald.2010.Wirausaha muda Mandiri.Jakarta: PT Gramedia.
Kholid,Setia Furqon.2009.Jangan Kuliah! Kalau Gak Sukses.Sumedang: Rumah Karya Publising.
Soetadi, Iskandarini.2010. Kewirausahaan. Medan: USU Press.
Suyanto, M.2003. Smart In entrepreneur. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Paeru, Rudi.H. & Juwita Ratnasari.2007. Kuliah Kelar, Bisnis Lancar. Jakarta: Penebar Swadaya.
Sabili. Edisi 08 TH XVII 12 November 2009.
Waspada.Jumat 8 Oktober 2010. Mahasiswa Harus Ciptakan Peluang Kewirausahaan. Hal B2
Kopma.2010. Latar Belakang Berdirinya Kopma UGM. From http://www.kopma-ugm.com/. 20 November 2010

1 komentar:

  1. wewwh,, mantebbbb.. mari kaya dengan berwirausaha!!

    omset berapa per bulan???

    BalasHapus