Assalamualaikum waromatullahi wabarokatuh
UNTUK SIAPAKAH PKS?
*Vivit Nopita
Allah menghendaki kemudahan bagimu,
dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. (Al-baqarah:185)
Mewujudkan iman dengan amal siyasi untuk kesejahteraan bangsa bersama PKS.
Partai Keadilan Sejahtera adalah partai yang yang berasaskan Islam yang bertujuan untuk menyebarkan dakwah Islamiyah secara struktural di bumi Allah pada umumnya dan pada Republik Indonesia pada khususnya. PKS tentu berbeda dengan partai politik yang lain, jika yang lain untuk kekuasaan maka PKS menggunakan kekuasaan sebagai sarana menyebarkan dakwah itu sendiri bukan sebagai tujuan utama namun hanya sarana.
Jati diri PKS adalah bersih, peduli, dan proesional. Jati diri yang pertama yaitu bersih di mana bersih yang berarti mencerminkan keshalehan personal dapat kita lihat contohnya pada pengembalian uang gratifikasi sebesar Rp 1,9 miliar ke KPK. Pengembalian uang ini adalah termasuk langka, oleh karena itu layak dipujikan dan ditiru oleh fraksi lain. Dan masih banyak lagi tindakan PKS yang besih seperti tidak menerima uang suap, berani melawan korupsi. Kemudian jati diri yang kedua yaitu peduli. Di mana peduli yang berarti mencerminkan kesholehan sosial atau rasa empati yang tinggi. Ini terbukti dengan PKS sering melakukan kegiatan aksi kemanusiaan seperti pada bencana tsunami yang melanda NAD, bencana di Padang dan meletusnya gunung Sinabung. Aksi PKS bukan hanya untuk hamba Allah yang ada di Indonesia tapi juga hamba Allah di belahan bumi lain. Seperti aksi solidaritas untuk rakyat Lebanon, aksi solidaritas untuk rakyat Palestina, aksi solidaritas untuk rakyat Iraq, aksi solidaritas untuk rakyat Bosnia dan Afganistan yang melibatkan ribuan kader dan simpatisan. Jati diri yang ketiga yaitu profesional yang artinya mencerminkan care competensi, manajerial, berpikir strategis dan berpikir terbuka (Open mind). Terbukti profesional bahwa PKS tidak hanya memberikan janji tapi juga bukti. Berkat kesungguhan, kerja keras, jujur dan transparan maka buah prestasi pun bertebaran. Kader PKS yang menjabat Walikota Depok saat ini membuktikan hal itu. Di bawah kepemimpinan DR.Nur Mahmudi Ismail, kota depok terus mendapat beragam prestasi. Prestasi itu adalah angka kematian bayi terendah se-Indonesia, angka kematian ibu terendah se-Indonesia, administrasi kepegawaian terbaik se-Indonesia, administrasi DUA terbaik se-Indonesia.
Kita boleh bangga dan memuji PKS yang dengan slogan peduli, bersih dan profesional dipercaya oleh rakyat Indonesia terbukti dengan masuknya urutan 3 besar partai politik. Berarti sudah banyak rakyat Indonesia yang percaya pada PKS. Namun yang menjadi pertanyaan adalah Untuk siapakah PKS? Itu yang menjadi pertanyaan bagi penulis sendiri. Apakah PKS itu hanya untuk mereka yang berdasi dan bertitel untuk menjadi anggota? Apakah PKS itu hanya untuk mereka yang mengecap manisnya bangku sekolah? Apakah PKS itu hanya mereka yang dahulunya terjun dalam aktivis kampus? Lalu bagaimana dengan nasib para orang yang tidak mengenal huruf? Bagaimana masyarakat di kampung yang di sana tidak ada DPW, DPD, DPC bahkan DPR pun jarang ditemui?
Mungkin kita lihat pada saat PKS mengadakan sebuah event yang melibatkan kader dan simpatisan maka dapat dipastikan yang hadir turut serta adalah ribuan kader dan simpatisan yang turut berpartisipasi. Dan jika disurvei peserta yang hadir rata-rata adalah orang yang berpendidikan atau yang mengenal bangku sekolah. Karena yang penulis alami sendiri hampir tidak ada kader atau simpatisan PKS yang buta huruf. Padahal rakyat Indonesia itu hampir 1/3 adalah tidak berpendidikan (termasuk yang terputus dari sekolah dan pendidikan rendah).
Seperti dikampung penulis (desa Batang Pane III, di PALUTA) PKS itu masih asing dan tidak dikenal orang yang rata-rata pendidikan di sana adalah rendah seperti hanya tamat SD. Mungkin mengenal hanya melalui media elektronik seperti TV. Justru Jamaah yang menyebarkan dakwahnya secara kultural atau door to door semakin melebar dan merebak di masyarakat kampung seperti kampung penulis. Yang awalnya hanya sekumpulan pendatang yang berpindah dari mesjid ke mesjid kini sudah banyak penduduk asli yang bergabung dengan jamaah tersebut. Mungkin karena alasan bahwa jamaah ini lebih mudah bersosialisasi dengan masyarakat setempat dan lebih mudah karena lebih merakyat. Mengapa PKS tidak meniru cara mereka untuk menyebarkan dakwah? Desa-desa yang lain juga mengalami hal yang sama seperti desa Batang Pane II, Padang Sopal, Huristak. Terbukti pada saat pemilu dukungan PKS itu sedikit karena banyak masyarakat di kampung yang di kuasai oleh partai tertentu.
Tidak dapat dipungkiri lahirnya PK-sejahtera yang dulunya bernama tarbiyah ikhwanul muslimin adalah didirikan oleh orang-orang yang berpendidikan. Dan layaknya sebuah partai memang wajar jika kader partai adalah orang yang berpendidikan. Namun PKS adalah partai yang berbeda dengan yang lainnya. PKS tidak hanya terjun di dunia politik tapi juga terjun di dunia masyarakat awam.
Mungkin selama ini image PKS memang sudah baik dimata masyarakat seperti pelayanan PKS bukan hanya untuk anggota tapi juga untuk masyarakat umum contohnya adalah pelayanan ambulance. Tapi untuk daerah perkampungan yang jauh dari kota kebaikan PKS itu tidak terlihat.
Solusi yang bisa diberikan dari penulis yaitu yang pertama direct selling. PKS memang sering melakukan direct selling namun hanya ketika sebelum pemilu. Mengapa tidak dibuat agenda seperti seminggu sekali atau jika terlalu sulit bisa sebulan sekali semua serentak untuk mensosialisasikan apa itu PKS. Seperti organisasi kampus, KAMMI yang menetapkan hari Kamis adalah KAMMI’S DAY dimana pada hari itu semua anggota wajib memakai atribut KAMMI dengan tujuan untuk mensosialisasikannya pada masyarakat kampus. Direct selling tidak harus bertujuan untuk mengajak menjadi kader atau simpatisan namun yang paling utama untuk menyebarkan misi PKS yang berisi menyebarkan dakwah Islam. Seperti kata Sekjen PKS kita, ustad Anis Matta kita itu harus berpikir sekunder dan tidak berpikir sempit. Tujuan kita adalah dakwah bukan hanya untuk kemajuan dari partai.
Solusi yang kedua yaitu menerjunkan kader-kader PKS yang tangguh ke kampung-kampung yang jauh dari kota. Banyak kampung-kampung yang masih primitif dikuasai oleh partai tertentu dengan iming-iming dan janji-janji yang tidak terpenuhi memanfaatkan keluguan dari masyarakat kampung. Kader-kader PKS yang diterjunkan bisa langsung terjun ke lapangan dan bermasyarakat dengan masyarakat sekitar untuk bersosialisasi seperti yang dilakukan oleh sebuah jamaah yang di ada di Indonesia. Sekalipun mungkin mereka tidak bisa menjadi anggota karena keterbatasan berupa ilmu dan pendidikan setidaknya mereka mengenal Tuhan-Nya dengan uluran tangan PKS. Daripada suara mereka di sumbangkan untuk partai lain yang tujuannya untuk menguasai bukankah lebih baik ke PKS.
Mungkin itu yang bisa saya berikan. Semoga bermanfaat demi dakwah dalam lembaga dakwah yang terjun di dunia poltik seperti PKS. Saya menulis ini karena saya merasa kasihan dengan masyarakat yang diperkampungan yang dengan lugu dikuasai oleh pihak tertentu. Mungkin jumlah mereka sedikit namun jika ada beberapa kampung yang seperti itu bukankah itu juga menjadi banyak. Karena saya yakin di bumi Indonesia yang masih pelosok banyak yang belum mengenal indahnya ukhuwah dan manisnya iman dari PKS.
Untuk siapakah PKS? Apa hanya untuk kalangan berdasi dan bertitel?
Untuk siapakah PKS? Apa hanya aktivis kampus sebagai generasi penerus?
Jawabannya tidak, karena PKS itu Partai Kita Semua
Tebarkan dakwah, rapatkan ukhuwah
Bismillah, PKS melangkah!!!
Akhiri sallam, Wassalammualaikum warohmatullahi wabarotuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar